English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
Tampilkan postingan dengan label jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jantung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2008

Transplantasi Jantung....MaU ?????


SEJARAH TRANSPLANTASI JANTUNG


Rasa ingin tahu manusia yang tidak terbatas serta keinginan hidup abadi tercermin secara nyata sejak tahap awal sejarah transplantasi jantung.

Oleh sebab itu, ide penggantian jantung yang rusak dengan yang baru telah berkobar dalam imajinasi manusia sejak beberapa abad yang lalu. Beberapa catatan sehubungan dengan transplantasi jantung dapat ditemukan dalam Kitab Perjanjian Lama maupun dalam cerita mitologi Cina

Karya pionir Alexis Carrel di awal abad ke-20 telah membawa ide transplantasi jantung keluar dari alam mitologi dan menjadi kenyataan; bersama Morel, dia mengembangkan teknik jahitan vaskuler di Perancis.

Pada tahun 1904, dia pindah ke Universitas Chicago dan setahun kemudian bersama Charles Guthrie melakukan transplantasi jantung pertama pada anjing yang hanya bertahan hidup selama 2 jam

Untuk karya besar ini, Carrel menerima Penghargaan Nobel di bidang kedokteran di tahun 1912.

Pada tahun 1933 Frank C. Mann mengembangkan penelitian untuk mempelajari fisiologi dan imunologi transplantasi jantung.

Dialah yang pertama menggambarkan perubahan patologi reaksi penolakan organ dan mengkaitkannya dengan inkompatibilitas biologis antara donor dan resipien.

Berbagai penelitian eksperimental lainnya terus berkembang untuk menyempurnakan transplantasi jantung.

Pada tahun 1951 Demikhov dari Rusia memelopori transplantasi jantung-paru pada anjing. Penggabungan trans-plantasi jantung-paru ini bertujuan untuk menyederhanakan teknik operasi.

Penelitian penting lainnya berasal dari Lower dan Shumway, yang pada tahun 1960 melaporkan transplantasi jantung dengan menggunakan gabungan teknik bedah seder-hana dengan upaya proteksi organ pada anjing; 5 dari 8 anjing yang ditransplantasi jantungnya hidup kembali normal, namun karena tidak mendapatkan obat imunosupresif, hewan-hewan tersebut kemudian meninggal. Diperkirakan penyebab kema-tiannya adalah reaksi penolakan organ .

Fase klinis transplantasi jantung dimulai pada tahun 1964. James Hardy saat itu merencanakan transplantasi jantung dari seorang lelaki muda yang meninggal karena kerusakan otak irreversibel kepada seorang lelaki penderita gagal jantung kronis berusia 68 tahun. Penderita itu tiba-tiba menjadi tidak stabil namun karena si donor masih ‘hidup’ (dalam arti belum berhentinya fungsi jantung-paru, menurut definisi konsep mati pada waktu itu), transplantasi jantung belum dapat dilaksana-kan. Hardy terpaksa mentransplantasikan jantung seekor simpanse.

Meskipun secara teknis transplantasi ini sangat memuaskan, jantung simpanse tersebut ternyata terlalu kecil sehingga tidak mampu mengambil alih fungsi sirkulasi manusia yang menyebabkan penderita tersebut meninggal beberapa saat kemudian.

Christian Barnard tiba-tiba mengejutkan seluruh dunia ketika pada tanggal 3 Desember 1967 berhasil melaku-kan transplantasi jantung antar manusia pertama kalinya di RS Groote Schuur Cape Town, Afrika Selatan.

Louis Washkansky, lelaki berusia 54 tahun dengan gagal jantung stadium akhir memperoleh donor jantung dari seorang wanita muda berusia 24 tahun yang didiagnosis menderita kerusakan otak berat akibat kecelakaan lalu lintas. Sayangnya, resipien hanya mampu bertahan hidup selama 18 hari dan meninggal karena radang paru-paru.

Keberhasilan ini segera diikuti oleh pusat transplantasi jantung lainnya di berbagai belahan dunia. Meski-pun hasil awal kurang memuaskan, dengan makin baiknya kriteria seleksi donor dan resipien, penanganan terhadap infeksi, penemuan teknik biopsi endomiokard untuk mende-teksi reaksi penolakan akut dan penemuan obat imunosupresif, angka harapan hidup telah mencapai sekitar 80% di tahun pertama dan 70% di tahun ke lima.

Saat in lebih dari 66.000 transplantasi jantung dan 3047 transplantasi jantung-paru telah berhasil dilakukan di lebih dari 220 pusat jantung di seluruh dunia.

Program transplantasi jantung di Pusat Jantung & Diabetes Northrhine Westphalia Bad Oeynhausen berawal pada tanggal 13 Maret 1989, dan pada tahun yang sama sebanyak 39 trans-plantasi jantung telah dilakukan. Satu tahun kemudian, sejum-lah 129 penderita gagal jantung kronik berhasil ditransplan-tasi.

Angka ini melebihi jumlah total transplantasi jantung di Jerman saat itu. Pada tahun berikutnya, jumlah transplantasi meningkat menjadi 148, dalam arti hampir 3 kali transplantasi jantung per minggu dan jumlah ini telah menembus rekor nasional. Saat ini, program transplantasi jantung di Bad Oeynhausen termasuk salah satu pusat transplantasi jantung tersibuk di dunia

Senin, 08 September 2008

awaS jaNtuNgan !!!!!

Penyakit Jantung Koroner

PENDAHULUAN
Penyakit jantung koroner terutama disebabkan oleh kelainan miokardium akibat insufisiensi aliran darah koroner karena arterosklerosis yang merupakan proses degeneratif, di samping banyak faktor lain. Karena itu dengan bertambahnya usia harapan hidup manusia Indonesia, kejadiannya akan makin meningkat dan menjadi suatu penyakit yang penting; apalagi sering menyebabkan kematian mendadak.(1)
Tujuh jenis penyakit jantung terpenting ialah :
1. Penyakit jantung koroner (penyebab 80% kematian yang disebabkan penyakit jantung)
2. Penyakit jantung akibat hipertensi (9%)
3. Penyakit jantung rernatik (2-3%)
4. Penyakit jantung kongenital (2%)
5. Endokarditis bakterialis (1-2%)
6. Penyakit jantung sifilitik (1%)
7. Cor pulmonale (1%),
8. dan lain-lain (5%).(4)
Aterosklerosis adalah suatu keadaan arteri besar dan kecil yang ditandai oleh endapan lemak, trombosit, makrofag dan leukosit di seluruh lapisan tunika intima dan akhirnya ke tunika media.(5)
Telah diketahui bahwa aterosklerosis bukanlah suatu proses berkesinambungan, melainkan suatu penyakit dengan fase stabil dan fase tidak stabil yang silih berganti. Perubahan gejala klinik yang tiba-tiba dan tak terduga agaknya berkaitan dengan ruptur plak, meskipun ruptur tidak selalu diikuti gejala klinik. Seringkali ruptur segera pulih; agaknya dengan cara inilah proses plak berlangsung.(3,6)
Sekarang aterosklerosis tak lagi dianggap merupakan proses penuaan saja. Timbulnya "bercak-bercak lemak" di dinding arteria koronaria merupakan fenomena alamiah bahkan sejak masa kanak-kanak dan tidak selalu harus menjadi lesi aterosklerotik; terdapat banyak faktor saling berkaitan yang dapat mempercepat proses aterogenik. Telah dikenal beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis koroner pada individu tertentu.

FAKTOR FAKTOR RISIKO
Ada empat faktor risiko biologis yang tak dapat diubah, yaitu: usia, jenis kelamin, ras, dan riwayat keluarga. Risiko aterosklerosis koroner meningkat dengan bertambahnya usia; penyakit yang serius jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. Tetapi hubungan antara usia dan timbulnya penyakit mungkin hanya mencerminkan lebih panjangnya lama paparan terhadap faktor- faktor aterogenik. Wanita agaknya relatif kebal terhadap penyakit ini sampai menopause, dan kemudian menjadi sama rentannya seperti pria; diduga oleh adanya efek perlindungan estrogen. Orang Amerika-Afrika lebih rentan terhadap ateros-klerosis daripada orang kulit putih. Riwayat keluarga yang positif terhadap penyakit jantung koroner (saudara atau orang tua yang menderita penyakit ini sebelum usia 50 tahun) meningkatkan kemungkinan timbulnya aterosklerosis prematur. Pentingnya pengaruh genetik dan lingkungan masih belum diketahui. Komponen genetik dapat diduga pada beberapa bentuk aterosklerosis yang nyata, atau yang cepat per-kembangannya, seperti pada gangguan lipid familial. Tetapi, riwayat keluarga dapat pula mencerminkan komponen lingkungan yang kuat, seperti misalnya gaya hidup yang menimbulkan stres atau obesitas.( 1 )
Faktor-faktor risiko lain masih dapat diubah, sehingga berpotensi dapat memperlambat proses aterogenik. Faktor-faktor tersebut adalah peningkatan kadar lipid serum, hiper-tensi, merokok, gangguan toleransi glukosa dan diet tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan kalori.
Penyakit jantung akibat insufisiensi aliran darah koroner dapat dibagi menjadi 3 jenis yang hampir serupa.( 4 ) :
- Penyakit jantung arteriosklerotik
- Angina pektoris
- Infark miokardium

nhini.imud.ndud.qiyut

nhini.imud.ndud.qiyut