English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

Laporan Kasus Non Psikotik : Gangguan Cemas Menyeluruh (F41.1)


          Laporan Kasus Non Psikotik
          GANGGUAN CEMAS MENYELURUH
             (F41.1)

I.                   IDENTITAS PASIEN

Nama                                 : Tn. “M”
Jenis Kelamin                      : Laki-Laki
Umur                                  : 19 tahun
Tempat/Tanggal Lahir           : Makassar, 24 Januari 1992
Agama                                : Kristen
Pekerjaan                           : Mahasiswa Teknik Mesin Politeknik
Status Perkawinan               : Belum Menikah


II.                LAPORAN PSIKIATRI

           Diperoleh dari Autoanamnesis sejak tanggal 19 Desember 2011, di RSUP.Wahidin Sudirohusodo

A.                 KELUHAN UTAMA :
    Cemas


 IV.STATUS  MENTAL  :
A.Deskripsi Umum :
a.Penampilan                                       : Tampak seorang laki-laki dengan baju kaos biru celana pendek   hitam, wajah sesuai usia, penampilan rapih, kulit putih.
b. Kesadaran                                       :  Baik.
c. Perilaku dan aktivitas psikomotor    :  Tenang
d.Pembicaraan                                      :  Spontan, lancar, intonasi biasa.
e. Sikap terhadap pemeriksa                :  Kooperatif

B. Keadaan efektif ( mood) perasaan  dan empati, perhatian :
1. Mood                                               : Cemas
2. Afek                                                 : Kesan cemas 
3.Keserasian                                        : Serasi
4.Empati                                              : Dapat diraba rasakan

C. Fungsi Intelektual ( Kognitif) :
1. Taraf pendidikan, pengetahuan umum dan kecerdasan           : Sesuai taraf pendidikan
2. Daya konsentrasi                                                                 : Baik
3. Orientasi (waktu, tempat dan orang)                                     : Baik
4. Daya ingat :
            Jangka Panjang                                                            : Baik
            Jangka Sedang                                                             : Baik
            Jangka Pendek                                                             : Baik
            Jangka segera                                                               : Baik
5. Pikiran abstrak                                                                     : Baik
6. Bakat kreatif                                                                         : Ada (main gitar dan menyanyi)
7. Kemampuan menolong diri sendiri                                         : Baik.

D. Gangguan persepsi
1. Halusinasi                                        : Ada. (Halusinasi Visual = Pasien hanya merasa seperti melihat bayangan hitam dan bintik-bintik hitam di langit)
2. Ilusi                                                 : Ada (Pasien sempat melihat ular yang ternyata pasien   sadari   itu hanya akar pohon)
3.Depersonalisasi                                 : tidak ada
4. Derealisasi                                       : tidak ada

E. Proses berpikir
1. Arus pikiran :
a.Produktivitas                         : Cukup
b.Kontuniutas                          : relevan, koheren
c. Hendaya berbahasa              : Tidak ada
2. Isi pikiran :
            a.Preokupasi                            : Tidak ada
            b. Gangguan isi pikiran              : Tidak ada.

F.Pengendalian Impuls                       : Baik

G. Daya Nilai
            1.Norma sosial                         : Baik
            2.Uji daya Nilai                        : Baik
            3. Penilaian realitas                  : Baik

H. Tilikan (Insight)                             : Derajat 6 (pasien sadar dirinya sakit dan perlu pengobatan )
I. Taraf dapat dipercaya                    : Dapat dipercaya
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK  LEBIH LANJUT.
Pemeriksaan Fisik :
·         Status Internus :
Tekanan darah : 130/90, nadi 90x/menit, Suhu = 36.6 ◦ C, frekuensi pernapasan 22x/ menit, Konjungtiva tidak pucat, sclera tidak ikterus.
·         Status Neurologis :
GCS     :  E4M6V5 , rangsang meanings : kaku kuduk  (-), kernig sign (-/-), pupil bulat isokor 2,5 mm/2,5 mm. sensorik ke empat ekstremitas dalam batas normal dan tidak ditemukan refleks patologis

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA
Seorang lelaki umur 19 tahun datang ke poli jiwa dengan rujukan dari Poli interna dan saraf karena keluhan cemas yang berlebihan. Keluhan cemas telah dialami 6 tahun yang lalu dan memberat beberapa bulan terakhir ini. Awal kecemasan muncul karena ketakutan oleh cerita mistis di lingkungan pasien. Dan kecemasan memberat hingga pasien merasakan sakit kepala hebat, nyeri ulu hati, sesak napas, jantung berdebar-debar dan rasa ingin pingsan disaat seminggu setelah latihan karate yang berat. Setelah itu, pasien pernah berobat ke pengobatan alternative/herbal, lalu ke UGD RSWS, lalu ke poli jiwa di RS. Daya, lalu masuk lagi ke UGD RSWS, dan hingga sekarang pasien telah ke poli interna, saraf dan jiwa dengan keluhan kecemasan pasien masih ada beserta keluhan lain seperti sakit kepala, tangan kram-kram, badan pernah kaku, sesak napas, nyeri ulu hati dan jantung berdebar-debar. Pasien pernah melakukan pemeriksaan EKG namun hasilnya dalam batas normal, kecuali pada pemeriksaan laboratorium, hasilnya adalah pasien menderita dyspepsia. Pasien sering mencemaskan penyakitnya dan takut diketahui oleh teman-temannya. Pasien juga pernah satu kali merasa bahwa dia melihat bayangan hitam yang berlari cepat serta melihat bintik-bintik hitam saat berjalan di koridor kampus dan melihat ular yang teryata, pasien telah sadari bahwa itu hanya akar pohon. Pasien sulit tidur dan selalu mimpi buruk.
Pada pemeriksaan status mental didapatkan, seorang laki-laki dengan baju kaos biru celana pendek hitam, wajah sesuai usia, penampilan rapih, kulit putih, kesadaran baik, perilaku dan aktivitas psikomotor tenang, pembicaraan spontan dan lancar,intonasi biasa dan kooperatif, mood cemas, afek kesan cemas, empati dapat diraba rasakan, fungsi intelektual sesuai dengan taraf pendidikan, daya konsentrasi baik, pikiran abstrak baik, tidak ada gangguan persepsi dan isi pikir, pengendalian impuls baik, daya nilai baik, tilikan derajat 6 dan secara keseluruhan yang diutarakan pasien dapat dipercaya.
Lebih lengkapnya, download dokumen ini. GRATIS !

Rabu, 30 November 2011

Gangguan Obsesif - Kompulsif

Penyakit Obsesif-Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi.
Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya. Gangguan obsesif-kompulsif merupakan gangguan kecemasan dimana dalam kehidupan individu didominasi oleh repetatif pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan secara berulang-ulang (kompulsi) untuk menurunkan kecemasannya.
Penderita gangguan ini mungkin telah berusaha untuk melawan pikiran-pikiran menganggu tersebut yang timbul secara berulang-ulang akan tetapi tidak mampu menahan dorongan melakukan tindakan berulang untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja.
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui. Gangguan obsesif-kompulsif tidak ada kaitan dengan bentuk karakteristik kepribadian seseorang, pada individu yang memiliki kepribadian obsesif-kompulsif cenderung untuk bangga dengan ketelitian, kerapian dan perhatian terhadap hal-hal kecil, sebaliknya pada gangguan obsesif-kompulsif, individu merasa tertekan dengan kemunculan perilakunya yang tidak dapat dikontrol. Mereka merasa malu bila perilaku-perilaku tersebut dipertanyakan oleh orang yang melihatnya karena melakukan pekerjaan yang secara berulang-ulang. Mereka berusaha mati-matian untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. 
Penyebab Obsesif Kompulsif adalah: 
  1. Genetik - (Keturunan). Mereka yang mempunyai anggota keluarga yang mempunyai sejarah penyakit ini kemungkinan beresiko mengalami OCD (Obsesif Compulsive Disorder). 
  2. Organik – Masalah organik seperti terjadi masalah neurologi dibagian - bagian tertentu otak juga merupakan satu faktor bagi OCD. Kelainan saraf seperti yang disebabkan oleh meningitis dan ensefalitis juga adalah salah satu penyebab OCD. 
  3. Kepribadian - Mereka yang mempunyai kepribadian obsesif lebih cenderung mendapat gangguan OCD. Ciri-ciri mereka yang memiliki kepribadian ini ialah seperti keterlaluan mementingkan aspek kebersihan, seseorang yang terlalu patuh pada peraturan, cerewet, sulit bekerja sama dan tidak mudah mengalah. 
  4. Pengalaman masa lalu - Pengalaman masa lalu/lampau juga mudah mencorakkan cara seseorang menangani masalah di antaranya dengan menunjukkan gejala OCD.
  5. Gangguan obsesif-kompulsif erat kaitan dengan depresi atau riwayat kecemasan sebelumnya. Beberapa gejala penderita obsesif-kompulsif seringkali juga menunjukkan 
  6. Konflik - Mereka yang mengalami gangguan ini biasanya menghadapi konflik jiwa yang berasal dari masalah hidup. Contohnya hubungan antara suami-istri, di tempat kerja, keyakinan diri.
Gangguan obsesif-kompulsif erat kaitan dengan depresi, atau riwayat kecemasan sebelumnya. Beberapa gejala penderita obsesif-kompulsif seringkali juga menunjukkan gejala yang mirip dengan depresi. Perilaku yang obsesif pada ibu depresi berusaha berkali-kali atau berkeinginan untuk membunuh bayinya.
INDIVIDU YANG BERISIKO
Individu yang beresiko mengalami gangguan obsesif-kompulsif adalah; 
  • Individu yang mengalami permasalahan dalam keluarga dari broken home, kesalahan atau kehilangan masa kanak-kanaknya. (teori ini masih dianggap lemah namun masih dapat diperhitungkan) 
  • Faktor neurobilogi dapat berupa kerusakan pada lobus frontalis, ganglia basalis dan singulum. 
  • Individu yang memilki intensitas stress yang tinggi 
  • Riwayat gangguan kecemasan 
  • Depresi 
  • Individu yang mengalami gangguan seksual
GEJALA
Obsesi yang umum bisa berupa kegelisahan mengenai pencemaran, keraguan, kehilangan dan penyerangan. Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang, dengan maksud tertentu dan disengaja.
Sebagian besar ritual bisa dilihat langsung, seperti mencuci tangan berulang-ulang atau memeriksa pintu berulang-ulang untuk memastikan bahwa pintu sudah dikunci. Ritual lainnya merupakan kegiatan batin, misalnya menghitung atau membuat pernyataan berulang untuk menghilangkan bahaya.
Penderita bisa terobsesi oleh segala hal dan ritual yang dilakukan tidak selalu secara logis berhubungan dengan rasa tidak nyaman yang akan berkurang jika penderita menjalankan ritual tersebut. Penderita yang merasa khawatir tentang pencemaran, rasa tidak nyamannya akan berkurang jika dia memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. Karena itu setiap obsesi tentang pencemaran timbul, maka dia akan berulang-ulang memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.
Sebagian besar penderita menyadari bahwa obsesinya tidak mencerminkan resiko yang nyata. Mereka menyadari bahwa perliku fisik dan mentalnya terlalu berlebihan bahkan cenderung aneh.
Penyakit obsesif-kompulsif berbeda dengan penyakit psikosa, karena pada psikosa penderitanya kehilangan kontak dengan kenyataan. Penderita merasa takut dipermalukan sehingga mereka melakukan ritualnya secara sembunyi-sembunyi. Sekitar sepertiga penderita mengalami depresi ketika penyakitnya terdiagnosis.
Gejala ditandai dengan pengulangan (repetatif) pikiran dan tindakan sedikitnya 4 kali untuk satu kompulsi dalam sehari dan berlangsung selama 1 sampai 2 minggu selanjutnya. Gejala utam obsesi-kompulsif harus memenuhi kriteria:
  1. Perilaku dan pikiran yang muncul tersebut disadari sepenuhnya oleh individu atau didasarkan pada impuls dalam dirinya sendiri. Individu juga menyadari bahwa perilakunya itu tidak rasional, namun tetap dilakukan untuk mengurangi kecemasan. 
  2. Beberapa perilaku yang muncul disadari oleh oleh individu dan berusaha melawan kebiasaan dan pikiran-pikiran rasa cemas tersebut sekuat tenaga, namun tidak berhasil.
  3. Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya. 
  4. Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya.
CIRI-CIRI OBSESIF KOMPULSIF
Simptom dari Obsesif Kompulsif ditandai dengan pengulangan (repetatif) pikiran dan tindakan sedikitnya 4 kali untuk satu kompulsi dalam sehari dan berlangsung selama 1 sampai 2 minggu selanjutnya. Gejala utama obsesi-kompulsif harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
  1. Perilaku dan pikiran yang muncul tersebut disadari sepenuhnya oleh individu atau didasarkan pada impuls dalam dirinya sendiri. Individu juga menyadari bahwa perilakunya itu tidak rasional, namun tetap dilakukan untuk mengurangi kecemasan.
  2. Beberapa perilaku yang muncul disadari oleh individu dan berusaha melawan kebiasaan dan pikiran-pikiran rasa cemas tersebut sekuat tenaga, namun tidak berhasil.
  3. Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya. 
  4. Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya. 
  5. Obsesi dan kompulsi menyebabkan terjadinya tekanan dalam diri penderita dan menghabiskan waktu (lebih dari satu jam sehari) atau secara signifikan mengganggu fungsi normal seseorang, atau kegiatan sosial atau suatu hubungan dengan orang lain. 
  6. Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang seperti mencuci tangan & melakukan pengecekan dengan maksud tertentu.
BERBAGAI PERILAKU GANGGUAN YAN SERING TERJADI : 
  • Membersihkan atau mencuci tangan 
  • Memeriksa atau mengecek 
  • Menyusun 
  • Mengkoleksi atau menimbun barang 
  • Menghitung atau mengulang pikiran yang selalu muncul (obsesif) 
  • Takut terkontaminasi penyakit/kuman 
  • Takut membahayakan orang lain 
  • Takut salah 
  • Takut dianggap tidak sopan 
  • Perlu ketepatan atau simetri 
  • Bingung atau keraguan yang berlebihan. 
  • Mengulang berhitung berkali-kali (cemas akan kesalahan pada urutan bilangan)
Individu yang mengalami gangguan obsesif-kompulsif kadang memilki pikiran intrusif tanpa tindakan repetatif yang jelas akan tetapi sebagian besar penderita menunjukkan perilaku kompulsif sebagai bentuk lanjutan dari pikiran-pikiran negatif sebelumnya yang muncul secara berulang, seperti ketakutan terinfeksi kuman, penderita gangguan obsesif-kompulsif sering mencuci tangan (washer) dan perilaku umum lainnya seperti diatas.
TREATMENT/PENANGANAN
Psikoterapi.
Treatment psikoterapi untuk gangguan obsesif-kompulsif umumnya diberikan hampir sama dengan gangguan kecemasan lainnya. Ada beberapa faktor OCD sangat sulit untuk disembuhkan, penderita OCD kesulitan mengidentifikasi kesalahan (penyimpangan perilaku) dalam mempersepsi tindakannya sebagai bentuk penyimpangan perilaku yang tidak normal. Individu beranggapan bahwa ia normal-normal saja walaupun perilakunya itu diketahui pasti sangat menganggunya. Baginya, perilaku kompulsif tidak salah dengan perilakunya tapi bertujuan untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik-baik saja. Faktor lain adalah kesalahan dalam penyampaian informasi mengenai kondisi yang dialami oleh individu oleh praktisi secara tidak tepat dapat membuat individu merasa enggan untuk mengikuti terapi.
Cognitive-behavioural therapy (CBT) adalah terapi yang sering digunakan dalam pemberian treatment pelbagai gangguan kecemasan termasuk OCD. Dalam CBT penderita OCD pada perilaku mencuci tangan diatur waktu kapan ia mesti mencuci tangannya secara bertahap. Bila terjadi peningkatan kecemasan barulah terapis memberikan izin untuk individu OCD mencuci tangannya. Terapi ini efektif menurunkan rasa cemas dan hilang secara perlahan kebiasaan-kebiasaannya itu.
Dalam CBT terapis juga melatih pernafasan, latihan relaksasi dan manajemen stres pada individu ketika menghadapi situasi konflik yang memberikan kecemasan, rasa takut atau stres muncul dalam diri individu. Pemberian terapi selama 3 bulan atau lebih.
Farmakologi
Pemberian obat-obatan medis berserta psikoterapi sering dilakukan secara bersamaan dalam masa perawatan penderita OCD. Pemberian obat medis hanya bisa dilakukan oleh dokter atau psikiater atau social worker yang terjun dalam psikoterapi. Pemberian obat-obatan haruslah melalui kontrol yang ketat karena beberapa dari obat tersebut mempunyai efek samping yang merugikan.
Obat medis yang digunakan dalam pengobatan OCD seperti; Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) yang dapat mengubah level serotonin dalam otak, jenis obat SSRIs ini adalah Fluoxetine (Prozac), sertraline (Zoloft), escitalopram (Lexapro),
paroxetine (Paxil), dan citalopram (Celexa)
Trisiklik (Tricyclics)
Obat jenis trisiklik berupa clomipramine (Anafranil). Trisiklik merupakan obat-obatan lama dibandingkan SSRIs dan bekerja sama baiknya dengan SSRIs. Pemberian obat ini dimulai dengan dosis rendah. Beberapa efek pemberian jenis obat ini adalah peningkatan berat badan, mulut kering, pusing dan perasaan mengantuk.
Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs). Jenis obat ini adalah phenelzine (Nardil), tranylcypromine (Parnate) dan isocarboxazid (Marplan). Pemberian MAOIs harus diikuti pantangan makanan yang berkeju atau anggur merah, penggunaan pil KB, obat penghilang rasa sakit (seperti Advil, Motrin, Tylenol), obat alergi dan jenis suplemen. Kontradiksi dengan MOAIs dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Source : http://www.psychologymania.com

Dampak Bahaya Onani pada Kesehatan Jiwa


Onani atau masturbasi merupakan fenomena yang berhubungan dengan perilaku seksual yang penuh dengan kontroversi. Sebagian orang beranggapan masturbasi sebagai sebuah kebiasaan yang wajar dan menyenangkan. Tetapi pada kelompok lain justru dianggap merupakan aktivitas penodaan diri atau “zelfbevekking” yang dapat menimbulkan kelainan psikosomatik dan aneka dampak buruk lainnya.

Selain itu ada juga menyatakan hal itu normal bila dilakukan oleh remaja, tetapi abnormal bila yang melakukannya anak-anak atau orang tua. Hal ini disebabkan pada masa remaja terjadi proses pematangan seksual disertai oleh fantasi seksual yang memuncak dan tidak mendapat penyaluran yang wajar, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar berupa tayangan televisi, film, tabloid, majalah, buku-buku yang kesemuanya membangkitkan rangsang seksual yang kuat.



Tujuan utama masturbasi adalah mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual dengan jalan tanpa bersenggama. Akan tetapi masturbasi tidak dapat memberikan kepuasan yang sebenarnya. Berbeda dengan bersenggama yang dilakukan oleh dua orang yang berlawanan jenis. Mereka mengalami kesenangan, kebahagiaan, dan keasyikan bersama.


Definisi
Ada beberapa istilah yang sering digunakan berkaitan dengan masturbasi. Istilah-istilah itu antara lain : onani Dalam ajaran Islam, masturbasi dikenal dengan nama ; al-istimna’, al-istima’bilkaff, nikah al-yad, al-I’timar, atau ‘adtus sirriyah. Sedangkan masturbasi yang dilakukan oleh wanita disebut al-ilthaf.
Masturbasi adalah suatu usaha menimbulkan rangsangan dan kepuasan seksual pada diri sendiri (auto – erotic). Biasanya ini merupakan pendahuluan yang normal sebelum perilaku hetero-seksual (yang berhubungan dengan objek seksual).

Kapan mulai timbul?
 Penelitian longitudinal menunjukkan bahwa stimulasi seksual diri sendiri sudah ada sejak bayi. Bayi belajar menelusuri fungsi  jari dan mulutnya untuk menjelajahi seluruh tubuhnya, termasuk organ seksnya. Pada usia 15 – 19 bulan mereka mulai merasakan sensasi menyenangkan setiap sentuhan pada genetalianya. sensasi ini menyebabkan kesenangan masturbasi. Mendekati masa pubertas peningkatan hormon seksual dan ciri-ciri sex sekunder mulai berkembang akan  meningkatkan keinginan seksual dan dorongan masturbasi bertambah kuat

Bagaimana terjadinya ?
Seorang remaja  secara fisik mampu  coitus dan orgasme, tetapi dihambat oleh kendali norma sosial,dia berada diantara keadaan yang bertentangan dari membangun identitas seksualnya dan pengendalian dorongan seksual. Keadaan ini menyebabkan ketegangan seksual yang membutuhkan pelepasan. Cara  yang normal untuk mengurangi ketegangan seksual adalah melalui onani atau masturbasi


Masturbasi menyebabkan gangguan mental atau menurunkan potensi seksual?
Mitos-mitos mengatakan bahwa onani atau masturbasi akan menyebabkan mani encer, impotensi, tidak bisa punya keturunan dsb. Namun Tidak ada bukti yang mendukung pernyataan tersebut melalui penelitian.
Masturbasi menjadi patologis bila dilatar belakangi tindakan kompulsif yang mengendalikan individu. Gangguan emosional yang terjadi bukan disebabkan oleh perilaku seksual, tetapi oleh anggapan-anggapan yang salah dan celaan serta ancaman dari masyarakat    tindakan kompulsif dan rasa bersalah akibat ancaman dan celaan dari luar.

Penatalaksanaan.
1. Jangan biarkan diri terjerat dengan fantasi seksual.
2. Bila fantasi tsb muncul alihkan kearah kegiatan yang positif seperti olah raga, kesenian, kerja sosial dsb.
3. Sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.
4. Bila perilaku ini sudah merupakan perilaku yang kompulsif, perlu diberikan anti kompulsif.

Source : www.artikelkedokteran.com

Anamnesis Pasien Psikiatrik


Riwayat psikiatri sangat penting ditanyakan dalam langkah awal untuk melakukan anamnesis kepada pasien yang mengalami gangguan psikiatrik. Hal-hal yang penting yang harus ditanyakan:

A. ANAMNESIS

1.  Identitas pasien seperti nama, alamat, umur, dan pekerjaan.

2. Keluhan utama pasien, hal utama yang membuat pasien dating menemui dokter. Dalam beberapa kasus yang berat ada kalanya kita tidak dapat menanyakan pada pasien karena pasien telah dalam keadaan gangguan kejiwaan yang berat, untuk itu kita juga dapat menanyakan hal ini kepada keluarganya.

3. Setelah itu tanyakan bagaimana penyakit itu bermula, bagaimana awal mula gangguan kejiwaan itu terjadi, sejak kapan, dan bagaimana keberlangsungannya, ini bermakna karena kebanyakan penyakit psikiatrik mengalami beberapa fase sebelum menjadi semakin parah.

4. Riwayat penyakit terdahulu, apakah pasien pernah mengalami penyakit yang dapat memicu terjadinya gangguan kejiwaan seperti demam tinggi, riwayat trauma kepala, mengkonsumsi obat-obatan Parkinson, obat anti-hipertensi dan kotikosteroid dalam jangka waktu lama.


5. Riwayat pribadi mencakup mengenai riwayat kelahiran pasien, apakah dia cukup bulan atau tidak, proses dilahirkan melalui Caesar atau normal, dan apakah ada masalah saat dia dalam kandungan. Jika pasien telah menikah, tanyakan mengenai pernikahannya. Intinya pada segmen ini kita harus menggali mengenai pribadi pasien.

6. Riwayat keluarga, tanyakan apakah di dalam keluarganya ada yang mengalami gangguan jiwa atau tidak.

B. MENTAL 


1. Penampilan saat pasien datang, dari penampilan dapat memberikan ciri khas pada beberapa penyakit psikiatrik, contohnya pada pasien mania biasanya mereka berpakaian dan berdandan berlebihan tidak sesuai dengan tempatnya. Contohnya mereka ke dokter seperti akan ke acara pernikahan.

2. Cara bicara, perhatikan pasien saat bicara. Biasanya pada pasien depresi mereka cenderung tertutup dan kurang member informasi, sedangkan pada pasien mania, mereka berbicara terus-menerus tiada henti.

3. Mood atau suasana hati

4. Pikiran seperti bagaimana perhatian pasien, daya memorinya, apakah dia dapat menentukan sikap, serta cara berbahasa.

5. Persepsi, tanyakan apakah pasien merasa ada yang berbisik, atau melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh dokter untuk mengetahui apakah pasien mengalami halusinasi.

6. Sensorium dimana pasien sering merasa kesemutan

Psikodinamik formulasi adalah mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh pasien. Seperti penolakan (deny), pada saat disalahkan dia akan menyalahkan orang lain, menggunakan orang lain untuk mencapai tujuannya.
Clinical Interview adalah cara yang dilakukan pemeriksa dalam menggali informasi kepada pasien agar pasien mau bercerita kepada dokter dengan leluasa. Hal ini dapat dicapai dengan menimbulkan kedekatan (rapport), kepercayaan (trust), penjaminan (reassurance), dan memberikan respon emosional yang positif
.
Dalam mengatasi dan menangani pasien yang mengalami gangguan kejiwaan perlu cara khusus. kita harus melakukan beberapa tahapan yaitu:
  1. Refleksi, yakni saat pasien menceritakan hal-hal yang membuatnya depresi, kita dapat memberikannya support bahwa sesungguhnya bukan hanya dirinya yang mengalami hal itu, masih banyak orang lain yang mengalami hal yang sama bahkan lebih berat. Dengan cara begini pasien akan merasa tidak sendiri.
  2. Silence, yakni pada saat pasien bercerita, cobalah untuk diam dan mendengarkan bahkan saat dia menangis cobalah untuk diam hingga pasien selesai bercerita.
  3. Confrontasi, memberikan pernyataan yang lebih mendorong pasien. Contohnya saat pasien bercerita bahwa dirinya sering berhenti kerja karena merasa bosan, dokter berkata: “mungkin jika ibu lebih bersabar, hasilnya bisa lebih baik”.
  4. Klasifikasi, dimana setelah pasien bercerita, menuturkan masalahnya, dokter mencoba untuk mengelompokkan pokok permasalahannya
  5. Setelah mengelompokkan permasalahn yang dihadapi oleh pasien, pemeriksa berusaha untuk menginterpretasikan atau menilai permasalahan tersebut.
  6. Interpretasi
  7. Summation adalah membuat kesimpulan atas permasalahn yang dihadapi oleh pasien.
  8. Explanation, pemeriksa menjelaskan mulai dari pokok permasalahan hingga cara mengatasi masalah pasien. Mulai dari rencana pengobatan hingga pemecahan masalah.
Source : Www.artikelkedokteran.com

Rabu, 02 November 2011

Nasogastrik Tube (NGT)




INDIKASI
  1. Aspirasi cairan lambung
  2. Untuk memasukkan nutrisi atau makanan bagi pasien yang sulit menelan.
  3. Untuk mendiagnosis suatu penyakit
  4. Bilas lambung pada keracunan
KONTRAINDIKASI
  1. Pasien dengan trauma cervical
  2. Pasien dengan fraktur facialis
  3. Pasien dengan varises oesophagus
ALAT DAN BAHAN
  1. Selang nasogastrik tube
  2. Jelly
  3. Pinset steril
  4. Sarung tangan
  5. Stetoskop
  6. Spoit 10cc
  7. Plester
  8. Senter kecil
CARA PEMASANGAN

  1. Mintalah persetujuan pasien sebelum melakukan tindakan pemasangan NGT. Jelaskan kepada pasien tentang tujuan pemasangan, proses pemasangan, serta alat yang digunakan
  2. Persiapkan alat dan bahannya. Setelah itu letakkan di tempat yang mudah dijangkau.
  3. Cuci tangan rutin. Gunakan sarung tangan.
  4. Posisikan pasien. Jika pasien dalam keadaan sadar, posisikan pasien setengah berbaring. Namun jika pasien dalam keadaan tidak sadar, posisikan pasien dalam keadaan berbaring, kepala diangkat sedikit atau diberi pengganjal agar lurus.
  5. Perhatikan cavum nasi (rongga hidung) pasien, apakah ada polip, benda asing, yang menyebabkan sumbatan pada hidung
  6. Pilihlah cavum nasi yang paling longgar untuk selang NGT masuk.
  7. Ukurlah panjang selang yang akan dimasukkan mulai dari puncak hidung ke telinga, lalu dari telinga ke Proc. Xiphoideus. Berikan tanda
  8. Oleskan selang dengan jelly
  9. Jepit selang dengan pinset dan masukkan perlahan ke dalam cavum nasi, jika terjadi tahanan, instruksikan pasien untuk menelan agar epiglottis terbuka.
  10. Setelah selang NGT masuk mencapi tanda yang telah diukur tadi, ujilah apakah selang telah masuk ke dalam lambung dengan cara isilah udara ke dalam spoit 10cc lalu hembuskan secara cepat ke dalam selang NGT lalu dengarkan dengan stetoskop yang telah diletakkan pada epigastrium. Jika terdengar bunyi suara, berarti selang telah masuk ke dalam lambung. Tes ini wajib dilakukan karena ditakutkan NGT masuk ke dalam paru-paru yang dapat menyebabkan aspirasi.
  11. Rekatkan NGT dengan menggunakan plester, plester jangan sampai menutupi rongga hidung.
  12. Jika cairan lambung banyak yang keluar, maka berikanlah wadah penampungan.
  13. Selang harus diganti setiap 10 hari. 
Sumber : Artikelkedokteran.com

    Selasa, 09 Agustus 2011

    KACANG-KACANGAN adalah CEMILAN SEHAT

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Sebuah penelitian menyebutkan, mengonsumsi kacang secara rutin dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular.

    Namun, jangan sampai kebablasan karena terlalu banyak ngemil kacang bisa menyebabkan kegemukan. Jadi, konsumsi kacang-kacangan cukup segenggam saja setiap hari.

    Kombinasi empat studi berskala besar yang dilakukan pada 170.000 pria dan wanita menunjukkan, ngemil kacang akan mengurangi risiko serangan jantung hingga 35 persen.

    Selain untuk jantung, kacang juga mengandung banyak manfaat, diantaranya:

    1. Mengenyangkan
    Jika Anda ingin membawa camilan yang sehat dan mengenyangkan, Anda bisa mempertimbangkan kacang pistachio. Dalam 1 ons (setara dengan 28,35 gram) pistachio terkandung 160 kalori. Kandungan proteinnya juga cukup tinggi sehingga bisa mengenyangkan lebih lama.



    2. Mengandung lemak sehat
    Lemak yang terkandung dalam kacang-kacangan adalah lemak asam tak jenuh, yang tergolong lemak baik untuk kesehatan. Kacang-kacangan juga direkomendasikan sebagai sumber omega 3 selain ikan.

    3. Melangsingkan
    Jika langsing adalah tujuan Anda, cobalah untuk ngemil kacang almond. Laporan yang dimuat dalam situs WebMD menyebutkan, meski jumlah kalorinya sama, kacang almond memiliki efek menurunkan berat badan.



    4. Sarat antioksidan
    Rasa yang gurih dan manis menjadi alasan kacang digemari. Padahal, yang tak kalah penting dari kacang adalah kandungan antioksidannya yang bisa mencegah penyakit jantung dan kanker.

    Source : yahoo.com

    Kamis, 04 Agustus 2011

    Lakukan hal ini agar Pencernaan Lancar

    SISTEM pencernaan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat puasa di bulan Ramadan. Pencernaan yang sehat akan berpengaruh pada kesehatan dan stamina yang Anda miliki. Tubuh pun jadi lebih fit.

    Banyak orang Amerika menyadari hubungan antara serat, probiotik, dan prebiotik dapat memelihara sistem pencernaan yang sehat. Untuk mencukupinya, sebagian dari mereka pun mengonsumsi jenis makanan dan minuman untuk meraih manfaat kesehatan tersebut.

    "Membuat pilihan yang tepat dalam diet Anda adalah jaminan terbaik untuk menjaga sistem pencernaan Anda berjalan lancar," kata David Grotto, ahli diet dan penulis buku "101 Optimal Life Foods".

    Berikut beberapa tip yang dapat membuat pencernaan Anda mencapai kesehatan optimal seperti dikutip Times of India.

    Jalani diet seimbang




    Pilihlah berbagai makanan dari setiap kelompok makanan yang ada terutama yang kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian serta yoghurt.

    Makan teratur

    "Makanlah secara teratur untuk membantu usus Anda selalu bergerak dengan konsisten. Hal ini dapat membuatnya menjadi sehat," papar David.

    Lebih lama mengunyah

    Pencernaan berawal dari mulut. Jadi usahakan untuk mengunyah dengan proses yang lama untuk membuat makanan dapat terproses dengan baik di pencernaan.

    Segera minum

    Cairan dapat membantu makanan padat dapat bergerak melalui sistem pencernaan dengan baik.

    Makan buah dan sayur




    Makanlah setengah piring buah-buahan dan sayuran yang kaya serat sehingga dapat memberikan prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan.

    Makan yoghurt setiap hari




    Yoghurt mengandung probiotik yang dapat membantu meningkatkan pencernaan.

    Bersantai setelah makan

    Beri waktu pada tubuh untuk mencerna makanan Anda sebelum akhirnya Anda beraktivitas kembali.

    Hindari makan berlebih

    Asupan berlebihan hanya dapat membebani sistem pencernaan.

    Bergerak




    Fokuslah pada aktivitas fisik dalam rutinitas Anda untuk membantu meningkatkan kesehatan pencernaan.

    Source : Okezone.com

    cara Pipis berdiri hindari kanker serviks

    Jakarta - Kanker serviks adalah musuh utama kaum perempuan. Karenanya berbagai upaya pencegahan dilakukan di antaranya melalui sebuah metode 'standing pee'. Benarkah?

    Sejauh ini, oleh  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendeteksi awal adanya penyakit kanker serviks bisa dilakukan dengan dua cara, yakni pap smear dan vaksin. Ternyata, ada cara lain dan sedikit unik yang  bisa mencegah timbulnya kanker serviks, yaitu standing pee atau kencing berdiri.

    Menurut pakar kesehatan, dr Ananto Sidohutomo MARS menyebutkan pilihan kencing berdiri ini tidak hanya berguna mencegah kanker. Tapi juga memungkinkan setiap wanita mendapat prasarana membuang air kecil secara higienis, nyaman, dan meminimalkan penggunaan sanitasi dan air yang banyak ditemukan bakteri, jamur, parasit, dan virus.

    "Pencegahan bisa dilakukan dari sisi apa saja. Untuk mencegah dan mengantisipasi kanker serviks, ada kartu skor deteksi dini kanker serviks, ada pap-smear, ada vaksinasi HPV, ada valeri, dan 'standing pee' ,"kata Ananto.

    Posisi kencing, kata dr Ananto,  mempengaruhi aliran rembesan urin ke vagina. Menurut dr. Ananto, urin bukan cairan yang bersih. Urin termasuk sisa metabolisme tubuh yang membuang zat-zat tidak berguna di tubuh.

    Bila sisa urin mengendap di vagina maka akan menganggu kebersihannya.
    "Ingat, faktor tidak bersih juga memicu munculnya kanker serviks. Sedangkan dengan posisi berdiri, urin akan memancar keluar dari lubang uretra tanpa mengendap di bagian vagina," ungkap dr. Ananto.

    Source : Yahoo.com

    Selasa, 02 Agustus 2011

    Manfaat Puasa dalam dunia Kesehatan


    Puasa, selain kewajiban bagi umat Islam, juga dari sisi ilmu kedokteran, berpuasa ternyata bisa memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh.


    Menurut dr Siti Setiati SpPD, spesialis penyakit dalam dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indoenesia (FKUI), dengan berpuasa, jumlah kalori makanan yang kita konsumsi biasanya akan berkurang.

    "Pembatasan jumlah kalori makanan adalah salah satu cara yang telah terbukti dapat memperlambat penuaan. Serta mencegah penyakit yang sering timbul pada usia lanjut dan kanker," kata siti Setiati, Rabu (27/7/2011) lalu, di Jakarta.

    Saat berpuasa, umumnya akan terjadi pengurangan jumlah kalori yang diasup hingga 10-40 persen dari kebutuhan sehari-hari. Hasil penelitian pada binatang menunjukkan, dengan mengurangi jumlah kalori ternyata dapat memperpanjang usia harapan hidup, menurunkan risiko kanker, mencegah berkembangnya penyakit seperti diabetes dan ginjal.

    "Penelitian pada manusia juga sudah ada. Dan hasilnya, komposisi lemak tubuh berkurang, tekanan darah membaik, kolesterol turun, risiko diabetes berkurang, dan dapat memperlambat proses penuaan," katanya.
    Siti mengatakan, berbagai penelitian dan literatur memang telah membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan.

    Tetapi, seseorang tentu tidak akan langsung merasakan khasiatnya jika hanya puasa sebulan saja. "Ini tentu bukan puasa yang hanya dilakukan satu bulan saja. Tetapi harus terus menerus dilakukan dalam bulan-bulan berikutnya," jelasnya.

    Manfaat restriksi (pembatasan) kalori, lanjut Siti, juga berpengaruh pada kesehatan jantung. Pembatasan kalori, dipercaya dapat memompa jantung menjadi lebih kuat dan membuat seseorang tidak mudah lelah setelah melakukan aktivitas atau olahraga.

    Source :Yahoo.com

    Minggu, 17 Juli 2011

    5 makanan Pantang Untuk Dimakan saat DIET

    AGAR diet berjalan mulus, memerhatikan pola makan dan asupan menjadi faktor penting. Berikut beberapa daftar makanan yang perlu dihindari untuk memukuskan diet Anda. Tubuh indah pun tak hanya sekadar impian.





    Sekuat apapun upaya Anda memaksimalkan asupan makanan sehat, hal tersebut akan runyam ketika Anda melakukan kesalahan kecil dalam diet. Alih-alih menurunkan berat badan, prosesnya justru kian melambat dan sulit mencapai impian miliki tubuh indah.

    Untuk membuat agenda diet Anda tidak berantakan di tengah jalan, jangan lupa memerhatikan asupan makanan. Untuk itu, bocoran Healtmeup berikut bisa Anda terapkan.

    Susu

    Susu merupakan asupan penting untuk menyehatkan tubuh. Namun, ketika waktu minum susu yang salah justru akan menghambat diet Anda.

    Ketika Anda meminumnya sebelum tidur, saat sarapan atau bahkan sebagai snack di malam hari, tentu akumulasi susu dalam sebulan akan merusak pola diet Anda. Jadi, jika ingin membuatnya berbeda, tinggalkan susu untuk sementara waktu.

    Mengudap makanan manis setelah makan

    Banyak orang memiliki kebiasaan ini sehabis makan. Ini tentu tidak akan banyak membantu. Menambah asupan gula setelah makan hanya akan memberi asupan lebih pada kalori harian Anda.

    Jadi, sangat tidak disarankan untuk mengonsumsinya setiap hari. Biarkan makanan penutup tersebut Anda nikmati pada akhir pekan, dan menjadi refreshing dari diet Anda.

    Karbohidrat dalam camilan malam

    Seberapa sering Anda merasakan lapar di antara makan siang dan makan malam sehingga menggugah Anda untuk makan berlebih? Untuk mengatasinya, setangkup sandwich akan menjadi pereda rasa lapar.

    Makanan ini mungkin kurang sehat untuk diasup dalam pola diet Anda, apalagi jika dikonsumsi tiap hari. Karenanya, makanlah asupan yang mengandung protein dan lemak sehat serta kacang-kacangan bisa menjadi alternatif snack yang menyehatkan.

    Kentang

    Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard, makanan ini dijuluki sebagai salah satu makanan yang bisa menambah berat badan dari waktu ke waktu karena kentang memiliki cara untuk mengubah makanan sehari-hari tanpa pemberitahuan sama sekali.

    Mengudapnya setiap hari tentu bukanlah pilihan terbaik. Jika ingin menambahkan rasa pada asupan diet, mengonsumsi sayuran segar menjadi referensi makanan yang dapat dicoba.

    Ganti camilan sehat dengan makanan bergizi. Hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya ialah membuat camilan sehat yang mengalami proses pemasakan sehingga higienis untuk tubuh, bukan makanan instan yang bisa langsung dinikmati.

    Source : www.lifestyle.okezone.com

    Deteksi Dini Autisme Pada Anak



    Autisme merupakan gangguan tumbuh kembang yang kompleks dan berat, yang akan dialami anak seumur hidup. Gejalanya sudah tampak sebelum anak memasuki usia tiga tahun. Masih terdapat perbedaan diantara ahli dalam mengklasifikasikan autisme.

    Namun sebagian besar ahli sepakat dengan istilah autistic spectrum disorder, atau gangguan dengan spektrum autistik. Sebab autisme muncul dengan beberapa tingkatan, dari yang ringan sampai yang berat dan tampak lebih sebagai spektrum karena ternyata ditemukan anak yang tidak hanya menampakkan gejala autis, melainkan juga anak autis dengan gangguan tumbuh kembang bicara tapi memiliki keterampilan motorik yang relatif baik sehingga yang dimaksudkan dengan istilah autis tak selalu mengacu pada mereka yang menunjukkan gejala autis murni.

    Beberapa perilaku yang muncul pada anak-anak autistik adalah penolakan terhadap kontak mata, kecenderuan anak memperlakukan manusia sebagai benda, keterikatan anak terhadap ibu hanya sebatas bagian tertentu tubuh ibu atau pengasuh, mengalami hambatan perkembangan kemampuan bahasa dan tidak dapat bicara serta kurang responsif secara emosi.

    Seorang anak yang terdiagnosis autis, tidak dapat berkomunikasi dengan orang tua ataupun orang lain, meskipun dia memiliki tingkat kecerdasan rata-rata atau diatas rata-rata. Dia tampak hidup dalam dunianya sendiri dan tidak berhubungan dengan lingkungan di luar dirinya.
    Para pakar menemukan ciri umum autis sebagai gangguan serius dalam mengembangkan hubungan sosial, tergangguan kemampuan berbahasa dan ketidak-mampuan berbahasa. Kadankala pasien dapat meniru suatu ucapan, namun cenderung datar sekan-akan dia hanya meniru secara mekanistik dan tidak menghayati maknanya.

    Pada sebagian anak autistik, bahasa tidak berkembang sam sekali, muncul penolakan yang kuat terhadap rutinitas dan lingkungan, namun dia sangat menyukai kegiatan yang diulang-ulang misalnya memukul-mukul benda atau bahkan mebentur-benturkan diri. Selain itu kegiatan bermain pura-pura dan bermain khayal juga tidak muncul pada anak-anak ini. Demikian pula anak autis memiliki rentang perhatian yang pendek. Namun gejala ini tak selalu ditemukan.

    Berbagai peneliti tentang anak-anak autis memberikan bahwa mereka tidak memberikan respon empati terhadap orang lain dan kurang memilki perhatian terhadap ekspresi emosional dibandingkan anak-anak penyandang Sindroma Down.

    Menurut penelitian, perbandingan anak perempuan dan laki-laki yang terkena autisme adalah 4:1, namun autis bisa terjadi pada siapa saja, tidak tergantung suku bangsa, status sosial, dan pendidikan. Autis juga bisa terjadi pada anak dengan IQ rendah sampai tinggi.

    Sampai saat ini belum ada teori atau penjelasan yang di dapat secara universal terhadap penyebab autisme. Banyak ahli yang mengkaitkan dengan genetik. Pada kenyataanya memang terdapat beberapa gen yang dapat menimbulkan gejala autisme pada anak. Yang pasti dari penelitian yang pernah dilakukan ditemukan adanya gangguan pada pertubuhan sel otak pada masa janin.

    Pada anak yang terdiagnosa spektrum autisme, juga hampIr selalu ditemukan gangguan pencernaan. Karena ada gangguan fisiologis yang serius yang tak mudah ditelusuri penyebab pastinya.

    Source : http://www.artikelkedokteran.com/651/deteksi-dini-autisme-pada-anak.html

    TERTAWA adalah Olahraga Untuk Jantung

    Ingin tahu rahasia jantung sehat ? Mungkin dokter akan menuliskan resep untuk tertawa 1 x 15 menit setiap hari.!!!



    Sebuah studi menunjukkan tertawa bisa meningkatkan peredaran darah yang nantinya jika dilakukan secara rutin,bisa menjadi pelindung dari penyakit jantung yang ampuh. Gak percaya ????

    Para peneliti dari Maryland Medical Center meminta 20 orang dewasa yang sehat untuk menonton adegan dari dua film yang berbeda, satu film komedi dan yang satu lagi film peperangan. Saat mereka menonton, para peneliti memantau kerja fungsi arteri mereka.

    Seusai menyaksikan video yang lucu, pembuluh darah para relawan melebar sebesar 22 persen dan menyempit 35 persen setelah melihat adegan peperangan.

    Pelebaran akan membuat darah mengalir melalui pembuluh darah tanpa rasa nyeri serta membuat jantung dan arteri berkontraksi. Ini juga yang terjadi ketika kita melakukan  latihan aerobik.

    Tertawa bisa memicu pelepasan oksida nitrat, yaitu senyawa yang akan membuat rileks sel-sel darah. Senyawa ini juga akan melepaskan endorfin, hormon yang bertugas memperbaiki pembuluh darah.

    Disarankan, sediakan waktu setidaknya 15 menit untuk tertawa benar-benar setiap hari.


    Source : News Letter juni 2011 from Ratulangi Medical centre.

    Kamis, 07 Juli 2011

    Melatih Otak Melupakan Memori Buruk


    Bukan hal yang mustahil untuk menghapus memori buruk. Caranya adalah dengan terus-menerus menekan memori tersebut dalam waktu lama.

    Hal itu menurut hasil penelitian tim dari Lund University di Swedia. Dengan menggunakan pemindaian EEG peneliti mencatat ada bagian otak yang aktif ketika responden secara aktif berusaha untuk melupakan sesuatu.

    Area otak ini juga mampu menentukan saat yang tepat bagi memori untuk 'melupakan' sesuatu. Peneliti mengklaim bahwa menekan memori yang ingin dilupakan, dalam jangka panjang adalah cara efektif untuk secara permanen menghapusnya.

    Cara ini bisa dilakukan oleh seseorang yang menderita depresi atau post traumatic stress disorder. Melupakan atau menekan memori sering tampak sebagai reaksi fisiologis, sehingga menurut peneliti hal itu bisa disiasati.

    "Relawan yang terlibat dalam penelitian kami latih untuk melupakan informasi netral dalam dalam percobaan yang terkontrol. Tetapi untuk peristiwa traumatis dibutuhkan pelatihan yang lebih kompleks," kata Gerd Thomas Waldhauser, peneliti di Lund University, seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.

    Penelitian ini menunjukkan seseorang bisa menyetel otak untuk melupakan sesuatu. Dari hasil pemindaian EEG, diketahui kalau ketika seseorang terus menghambat memorinya tentang hal tertentu, maka saat itu pula ia melupakan.

    "Penghambatan memori bisa dilakukan dalam beberapa jam. Makin sering dihambat atau ditekan, semakin sulit untuk mengingatnya. Jika kenangan telah ditekan untuk jangka waktu yang panjang, mereka bisa sangat sulit untuk diingat," kata Waldhauser.

    Source : Viva News

    Minggu, 05 Juni 2011

    Cara Tepat Memilih Obat Pelangsing Tubuh

    Wanita yang cantik adalah wanita yang bertubuh gemuk. Maka begitu memasuki usia yang siap dipinang, anak wanita diberi banyak makan. Itu kebiasaan sebuah negeri di afrika. Tapi secara umum ukuran kecantikan wanita adalah bertubuh langsing. Berbagai upaya pun dilakukan oleh mereka yang merasa kelebihan berat badan untuk menurunkannya, mulai dari detoksifikasi, sedot lemak, pengikatan lambung sampai mengkonsumsi obat pelangsing.



    Macam-macam Obat Pelangsing

    Obat pelangsing terbagi dua, obat tradisional dan obat modern.

    1. Obat Pelangsing Tradisional

    Obat tradisional adalah obat-obat pelangsing yang komposisinya berasal dari berbagai tanaman yang berkhasiat menurunkan berat badan. Garcina cambogia atau Malabar tamarind. Misalnya menekan rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang. Daun jati Belanda diketahui bisa mencegah penyerapan lemak. The pelangsing juga bisa dipercaya dapat mengurangi berat badan. Teh ini berisi campuran daun teh dan bahan tradisional serta akar-akar sebagai pewangi.

    The pelangsing umumnya bersifat diuretik (melancarkan air seni). Bulk Filler atau pengganjal perut biasanya berupa tablet atau larutan yang berasal dari serat alami tumbuh-tumbuhandan buah. Bulk filler di dalam perut akan mengembang dan bila dikonsumsi akan terasa mengenyangkan.

    2. Obat Modern

    Obat pelangsing modern adalah obat-obatan kimiawi yang bekerja pada susunan saraf pusat. Ada pula yang bekerja langsung pada lokal saluran pencernaan. Tetapi kebanyakan obat pelangsing memiliki cara kerja mempengaruhi pusat otak. Serotonin adalah zat kimia dalam otak yang mempengaruhi emosi dan selera makan. Bila serotonin menigkat, keinginan untuk makan berlebihan yang didorong oleh stress emosional bisa ditekan.

    Beberapa obat bekerja meningkatkan produksi serotonin dalam otak, sehingga terasa menjadi cepat kenyang. Anorexan adalah salah satunya dan banyak dijual di pasaran. Yang termasuk di dalamnya adalah amphetamine, dektroamphetamine, metamphetamine, detilpropion, mazindol, dan benzfetamine.

    Obat lainnya adalah obat yang langsung berpengaruh ke saluran pencernaan. Obat ini menghambat kerja enzyme lipase yang menyerap lemak dalam tubuh seperti obat orlistat. Sibutramin hidroklorida yang bekerja memperbanyak serotonin dan orlistat yang bekerja mem-blok lemak adalah golongan obat yang tidak dijual bebas. Pemakaian dengan resep dokter.

    Efek Samping

    Bila digunakan tidak sesuai dengan aturan pakai, obat-obat pelangsing baik yang tradisional maupun modern memiliki efek samping negatifbagi penggunanya. Sifatnya membuat orang tidak ingin makan, mengurangi asupan gizi yang justru dibutuhkan oleh tubuh. Kekurangan karbohidrat jelas akan mengurangi asupan energy yang sangat dibutuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

    Obat yang menghambat penyerapan lemak dengan sendirinya akan membuat tubuh kekurangan lemak. Sebagai akibatnya terjadi gangguan pada fungsi organ tubuh. Misalnya, buang air kecil terus menerus, sembelit, sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, mulut kering, dan alergi adalah gejala-gejala yang umumnya terjadi bila salah menggunakan obat. Dan pemakaian obat pelangsing dalam jangka waktu yang lama dapat merusak organ tubuh. Kebanyakan obat diuretic menyebabkan buang air kecil terus menerus. Berat badan akan turun, akibat cairan tubuh keluar secara berlebih. Dehidrasi juga bisa merusak kerja ginjal dan jantung

    Memilih obat pelangsing

    Sebelum memilih obat pelangsing sebaiknya kita memikirkan terlebih dahulu apa yang menjadi motivasi kita dalam menurunkan berat badan. Agar bisa melakukan program penurunan berat badan dengan baik,ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih obat pelangsing. Plihan produk obat yang terdaftar di Badan pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dengan melihat nomer registrasi pada label obat. Gunakan sesuai dengan aturan pakai, dengan dosis yang cukup. Perhatikan komposisi obat tersebut. Apakah berbahaya bagi tubuh atau tidak. Perhatikan juga efek samping, kontraindikasi, dan interasi obat.

    Perlu diingat bahwa menurunkan berat badan tidak dapat dilakukan dengan instan atau seketika. Penurunan berat badan adalah terapi jangka panjang. Penggunaan obat pelangsing sebaiknya disertai dengan perubahan pola makan yang lebih sehat, yaitu dengan mengkonsumsi makanan rendah kalori, rendah lemak dan tinggi serat. Selain itu juga kita wajib aktivitas fisik seperti olahraga, berjalan kaki beberapa ratus meter menuju kantor, tidak bergantung pada remote TV dan melakukan kegiatan-kegiatan lain. Terapi perilaku juga perlu dijalankan seperti menahan diri untuk mengkonsumsi yang tinggi lemak, tinggi kalori, dan rendah serat.

    Tanpa mengubah pola makan dan menjalani gaya hidup sehat, obat pelangsing manapun tidak akan membantu.

    Sumber : www.artikelkedokteran.com

    Selasa, 17 Mei 2011

    Olahraga untuk otak

    SEPERTI layaknya tubuh, otak juga membutuhkan latihan untuk berkembang. Otak yang diberikan latihan secara teratur niscaya akan tetap tajam sepanjang usia. Untuk tetap dalam kondisi mental yang baik, lakukanlah latihan sederhana untuk otak ini seperti di bawah ini secara teratur.




    1. Coba kegiatan baru
    Lakukan kegiatan yang memerlukan langkah-langkah menghafal secara kompleks akan membantu melatih otak, misalnya bermain catur.




    2. Kurangi penggunaan tangan dominan Anda
    Cara yang baik untuk memperkuat otak adalah mencoba untuk memfokuskan energi Anda dalam melaksanakan tugas secara akurat dengan tangan, selain tangan yang dominan lain. Gunakan tangan kiri atau kanan jika Anda kidal untuk menggerakkan tetikus komputer Anda atau menulis surat.

    3. Selalu libatkan otak
    Coba latih otak Anda dengan mengisi teka-teki atau menantang otak dengan membaca novel klasik yang sulit.

    4. Main video game
    Coba mainkan jenis video game yang telah dirancang untuk membantu melatih otak Anda. Cari video game yang merangsang otak Anda dengan membuat Anda menyelesaikan persamaan matematika, menghitung kecepatan, atau menggambar.

    Sumber : m.mediaindonesia.com

    nhini.imud.ndud.qiyut

    nhini.imud.ndud.qiyut